MENGHINDARI STRESS PADA MAHASISWA by Keanu Alexander

 MENGHINDARI STRESS PADA MAHASISWA

Keanu Alexander

 

Bagaimana manusia mengalami stress dalam menjalani suatu kewajibannya ? Benarkah kita akan terjebak dan tidak bisa mengubah keadaan stress tersebut ? pertanyaan-pertanyaan tersebutlah yang muncul jika kita membahas mengenai stress pada mahasiswa pada saat menjalani dunia perkuliahan. Dalam essai inilah saya akan berargumentasi bahwa stress pada mahasiswa merupakan sesuatu yang normal atau wajar. Asalkan kita mengetahui bagaimana langkah-langkah dalam menghindar dan mengatasi permasalahan stress tersebut.

 

Sebelum kita membahas inti dari topik, kita perlu mengetahui beberapa hal dari stress terlebih dahulu. Menurut Vincent Cornelli (2017) Stress adalah gangguan pada diri dan pikiran manusia yang disebabkan oleh adanya suatu perubahan dan tuntutan dalam kehidupan. Seseorang dapat mengalami stres karena adanya peristiwa yang dinilai memiliki pontesi dalam membahayakan, mengganggu dan tidak dapat dikendalikan.

 

Beberapa hal yang membuat stress tersebut biasa disebut dengan stressor yaitu external stressors dan internal Stressors. Namun hal ini bertolak belakang di dalam kehidupan nyata dimana individu sering menyimpulkan bahwa stress yang mereka alami disebabkan oleh external stressor atau keadaan lingkungan.

 

Dalam dunia perkuliahan stress biasa disebut dengan stress akademik. Menurut Desmita (2010) Stress akademik disebut dengan academic stressor dimana stres yang dialami siswa bersumber dari proses pembelajaran tekanan untuk peringkat terbaik, waktu dalam belajar, tuntutan pekerjaan rumah, mendapat nilai tugas-tugas yang  bagus, keputusan dalam menentukan pekerjaan masa depan, serta ketakutan akan ujian.

 

Seturut dengan paragraf diatas, Rahmawati (2012) berargumen bahwa stress akademik adalah suatu kondisi atau keadaan manusia di mana terjadi kesenjangan diri antara tuntutan lingkungan dengan sumber daya mindset yang dimiliki dalam diri mahasiwa sehingga mereka mengalami tekanan dari berbagai hal.

 

Jika membandingkan antara siswa dan mahasiswa, stress kerap kali akan sering dirasakan oleh para mahasiswa. Karena semakin tinggi jenjang dalam menempuh pendidikan, maka sekalin tinggi pula tingkat tuntutan dalam prose belajar mengajar. Sehingga timbul sebuah pertanyaan, bagaimana proses yang membuat mereka mengalami stress selama menempuh jejang sarjana ?

 

Stress diawali dengan adanya suatu peristiwa atau kejadian nyata yang dialami baik secara external maupun internal yang lalu menyebabkan interpretasi evaluasi mental bagaimana hal tersebut dirasa mengancam diri penderita. Kemudian timbul konsekuensi dari interpretasi tersebut menjadi stress secara rohani dan mental.

 

Konsekuensi atas terjadinya stress dapat terlihat jelas mulai dari gejala perilaku yang tidak produktif, sering absen hingga pengunduran diri. Lalu gejala fisiologis berupa kesehatan yang mulai menurun dan gejala psikologis berupa ketidakpuasan penderita pada setiap hal yang diterima.

 

Stress akademik didapat dari banyak faktor berdasarkan jenisnya. Dari jenis external stressor berupa suasana lingkungan yang tidak mendukung (kebisingan, cahaya terang, suhu udara yang panas, ruangan sempit), social interaction yang negatif dari orang lain dan kondisi proses belajar mengajar yang diluar ekspetasi mahasiswa. Sedangkan dari Internal Stressor bisa dikarenakan pemilihan gaya hidup yang cenderung ingin terus lebih baik dari orang lain dan pembicaraan pribadi yang negatif atau meremehkan diri sendiri.

 

Berdasarkan penjelasan di atas stress memang hal yang tidak bisa hindari, untuk itu perlunya sebuah manajemen stress. Menurut M. Chazienul Ulum (2021) Manajemen stres merupakan kemampuan dalam menggunakan sumber daya dengan maksimal dan efektif dalam mengatasi gangguan  mental dan emosional yang terjadi. Manajemen stress ini bertujuan mengatisipasi stress berkelanjutan dan mengelola stress agar menjadi lebih baik.

 

Stress biasanya sangat menganggu komunikasi antar sumber daya manusia sehingga dibutuhkan solusi dalam mencegah dan meredam proses stress. Dalam memanajemen stress terdapat 4 point penting yaitu avoid atau menghindari stressor, alter atau mengubah cara pandang dalam menghadapi stress, adapt atau beradaptasi dengan setiap kemungkinan yang ada dan accept atau menerima dengan lapang dada seluruh stress dengan berusaha menghilangkannya.

 

Dari pemaparan diatas, saya menarik kesimpulan bahwa stress yang dialami oleh mahasiswa bahkan saya sendiri selama masa meraih gelar sarjana adalah hal yang wajar. Mahasiswa yang baik akan menggunakan stress sebagai suatu motivasi agar dapat selamat dalam menjalani dunia perkuliahan. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa stress akan selalu ada selama hidup berlangsung.

 

Jika kita merasa sedang dalam kondisi stress namun dapat menghadapi dan menanggulanginya dengan bijak dan benar, maka setiap usaha yang sudah kita capai akan menjadi bukti bahwa kita adalah orang yang pantas menerima gelar sarjana tersebut.

 

”Stress Should be a powerful driving force, not an obstacle” - Bill Phillips

 

 

 

DAFTAR PUSAKA

https://buletin.k-pin.org/index.php/arsip-artikel/658-stres-pada-mahasiswa

https://www.researchgate.net/publication/322204657_Konsep_Stres_Akademik_Siswa/fulltext/5a4b83bb458515f6b05c2642/Konsep-Stres-Akademik-Siswa.pdf

Perilaku Organisasi. Menuju Orientasi Pemberdayaan (M. Chazienul Ulum,2021)

Comments

Popular posts from this blog

KONSEP UMUM PUBLIC SERVANT

Pengantar Studi Organisasi